20 Juni, 2013

The Blue Flag: Ekspresikan Dukungan-mu Untuk Chelsea Selama Tur Pra-Musim 2013!


 


Chelsea FC memberikan kesempatan unik untuk seluruh suporter mereka di dunia. Untuk kalian yang ingin menunjukkan jati diri kalian sebagai fans Chelsea dan menunjukkan dukungan-mu, kalian bisa menambahkan foto kalian ke Blue Flag (Bendera Raksasa Chelsea)!

Dalam perjalanan Chelsea di Tur Pra-Musim 2013 di Asia dan Amerika Serikat, The Blue Flag juga akan mengikuti langkah skuad Jose Mourinho dalam kegiatan tersebut.

Jadi, apakah kalian ingin foto-mu terpasang di The Blue Flag dan menjadi bagian dari perjalanan skuad Chelsea untuk menjalani Tur Pra Musim 2013? Silahkan klik link di bawah ini, ikuti langkah yang diberikan dan temukan foto-mu di antara fans-fans Chelsea di seluruh dunia dalam The Blue Flag!


www.chelseafc.com/blueflag

READ MORE - The Blue Flag: Ekspresikan Dukungan-mu Untuk Chelsea Selama Tur Pra-Musim 2013!

06 Juni, 2013

Thibaut Courtois: Di Antara Ambisi dan Profesionalisme

Tak bisa disangkal jika Chelsea menjadi salah satu klub yang paling ramai diberitakan dalam dunia transfer pemain semenjak desas-desus (dan akhirnya menjadi kenyataan) kembalinya Jose Mourinho. Beberapa nama yang paling sering dibahas media dalam beberapa hari terakhir adalah nama David Luiz, Ramires, Juan Mata, (bahkan) John Terry, Brana Ivanovic serta THIBAUT COURTOIS.

Saya capslock nama terakhir karena ‘konflik’ seputar dirinya yang saya anggap paling menarik.

Jadi, jika dilihat dari segi kepemilikan pemain di posisi goalkeeper, Chelsea mungkin bisa dikatakan salah satu yang paling beruntung di dunia ini selain Timnas Jerman yang memiliki lebih dari satu kiper handal. Courtois sejatinya adalah pemain Chelsea dengan status pinjaman di Atletico Madrid. Di tahun 2011 dia menandatangani kontrak selama lima tahun dengan Chelsea dan dalam dua musim terakhir bermain untuk Atletico Madrid.

Performa Courtois sangat mengejutkan karena konsistensi yang ditunjukkannya. Akhir musim 2012-13, Thibaut Courtois menerima penghargaan Zamora Trophy, sebuah penghargaan yang diberikan karena kelihaiannya di bawah mistar gawang membuat timnya menjadi yang paling sedikit kebobolan di ajang La Liga dengan hanya kebobolan 27 gol. Menurut saya, Atletico Madrid sangat beruntung ‘menemukan’kiper jempolan untuk menggantikan kiper mereka sebelumnya yang kini menjadi pilihan utama di Old Trafford.

Usianya masih 21 tahun dan yang jelas karirnya (dengan posisi sebagai kiper) masih sangat, sangat panjang. Tapi, kegemilangan performanya membuat dia berada dalam sebuah posisi dilema.

Hasratnya sebagai seorang atlet mendorongnya untuk terus ingin bermain secara reguler di bawah mistar Atletico Madrid, yang mana akan membuat kemampuannya tetap terasah dan siap membela generasi emas Timnas Belgia jika lolos ke Piala Dunia tahun depan. Di sisi lain, profesionalisme akan membuatnya mau tak mau harus rela jika Chelsea memutuskan untuk menggunakan jasanya.

Masalahnya, Chelsea masih memiliki Petr Cech. Salah satu kiper terbaik di Eropa dan dunia saat ini. Tak bisa disangkal. Usia Petr Cech ‘masih’ 31 tahun. Ya, dalam ukuran kiper kita semua tahu, usia tidak menjadi sebuah masalah yang sangat besar seperti pemain di posisi lain. Gianluigi Buffon, Edwin van Der Sar atau bahkan kiper yang hanya bermain di klub-klub medioker seperti Brad Friedel, sudah membuktikan hal tersebut. Artinya, sangat mungkin sekali Petr Cech masih akan menjadi pilihan utama The Blues saat usianya nanti 36-37 tahun jika dia bisa mempertahankan performanya dan kemudian Chelsea memutuskan untuk terus mempertahankannya. Itu masih lama sekali…..

Masihkah Chelsea perlu memaksakan niat mereka untuk memboyong Courtois sekarang dan kemungkinan terbesarnya hanya akan membuatnya menjadi pelapis Petr Cech? Bermain di kompetisi-kompetisi ‘minor’ ala Piala FA atau Piala Liga Inggris? Sementara jika dia tetap di Atletico Madrid, musim depan setidaknya dia akan dua kali berhadapan dengan kekuatan super dahsyat duet Neymar dan Lionel Messi dan bisa bermain di Liga Champions sebagai kiper utama?

Fans Chelsea (sebagian besar) berkata bahwa Chelsea membutuhkan pelapis yang bagus untuk posisi kiper. Well, saya bisa katakan pelapis yang bagus tidak sama dengan kelas permainan Thibaut Courtois dalam dua musim terakhir. In my opinion, Courtois is not just good, he is one of the best goalkeeper in the world right now. Mubazir rasanya jika harus menyia-nyiakan bakat Courtois di bangku cadangan, menyakitkan untuk mereka yang tidak hanya mencintai Chelsea, tapi juga benar-benar mencintai sepakbola.

Belajar juga dari pengalaman Man. United di musim 2011-12, saat Anders Lindegaard ternyata bisa menggusur kepercayaan Sir Alex terhadap David De Gea. Permasalahan rapuhnya pertahanan United di musim itu bukan hanya badai cedera yang menimpa beknya, tapi juga karena mereka memiliki dua matahari di bawah mistar gawang mereka dan dampaknya adalah sering terjadi miss komunikasi dengan para bek, karena mereka semua tidak rutin bermain bersama.

Kiper adalah posisi yang sangat krusial. Pendek kata, in my opinion, tim sepakbola idealnya tidak bisa memaksakan rotasi di posisi ini. Kiper utama itu cuma satu, bukan sepasang bek tengah, bukan bek kanan yang masih bisa digeser ke kiri. Bukan pula gelandang serang yang bisa difungsikan sebagai jangkar atau deep lying playmaker atau striker yang bisa jadi penyerang lubang. Kepercayaan terhadap kiper utama harus mutlak untuk satu orang, bukan untuk dua pemain yang sama bagusnya.

Saya bisa memahami jika Courtois dengan terbuka meminta agar Chelsea tetap membiarkannya di Atletico Madrid.

“I think I will have to play for another English team for a year or two before I join Chelsea. I’m quite happy with my performances for Atlético. But given Petr Čech is one of the best keepers in the world, I think I will have to stay put.” (Thibaut Courtois)

Dia tak hanya berbicara soal keinginannya, dia juga meletakkan rasa hormat yang besar untuk Petr Cech dengan mengakuinya sebagai kiper kelas dunia. Secara tidak langsung hal itu bisa saja menyiratkan ia tak ingin membuang waktu di bangku cadangan Chelsea sambil menunggu performa Petr Cech merosot atau terkena cedera. Dia tak mau berharap yang terburuk untuk rekan satu timnya dan tim induknya. Dia tak tergoda dengan nama besar Chelsea dan bersedia untuk bertahan di klub yang tidak terlalu populer seperti Atletico Madrid. Dia juga bukannya berkata bahwa dia menolak untuk membela Chelsea, dia hanya merasa bahwa dirinya harus menunggu saat yang tepat. Itu adalah gabungan dari ambisi murni dan etika profesionalisme yang luhur, in my opinion.

Jadi, saya akan meletakkan segala empati saya untuk apapun yang diinginkan Thibaut Courtois saat ini, bertahan di Atletico Madrid dan untuk sejenak (atau entah sampai kapan), menunda mimpinya menjadi kiper utama Chelsea. Karena, seorang pemain (seharusnya) tak hanya menjadi seonggok daging mahal.


Up The Chels!
READ MORE - Thibaut Courtois: Di Antara Ambisi dan Profesionalisme

28 Mei, 2013

Jika Jose Mourinho Kembali Bertahta di Stamford Bridge... ( Part II )

Membahas kelemahan dan efek negatif kedatangan Jose Mourinho ke sebuah klub bukanlah sebuah hal yang mudah, itu sangat sulit. Bahkan saya mengawali paragraf satu dalam tulisan ini selama hampir satu jam, dan sebelumnya saya sudah berpikir sekian pekan dan bertanya pada diri sendiri apakah saya cukup yakin menulis bahasan yang berisi tentang hal ini. Ya, sekarang saya cukup yakin (menunggu paragraf kedua dilanjutkan entah sampai kapan)....

(Dan..paragraf kedua bisa dilanjutkan sembilan hari sejak penulisan paragraf pertama,percayalah :D ) Saya lantas sadar bahwa mencari-cari kelemahan atau sisi negatif dari seseorang ataupun sebuah kejadian dengan sengaja, apalagi jika merasa itu diwajibkan, adalah masalah bagi si penulis dan bukannya orang atau kejadian yang akan dianalisa.

Saya cuma mau menyampaikan bahwa saya tidak menemukan dampak negatif jika benar Jose Mourinho akan kembali membesut Chelsea musim depan.

TIDAK ADA!

Dan, justru di situlah letak masalahnya.

Dari semua dampak positif yang sudah saya bahas di artikel sebelumnya (Jika Jose Mourinho Kembali Bertahta di Stamford Bridge...), Jose Mourinho mutlak berada di sisi yang sangat diuntungkan di antara manajer-manajer klub rival Chelsea. Itu artinya, TIDAK ADA ALASAN UNTUK GAGAL.

Saat anda tidak memiliki alasan untuk gagal, dan kemudian ternyata anda gagal, maka jika dilihat dari perspektif kultur yang ada di Chelsea, Jose Mourinho seperti hanya akan mengulang mimpi buruk saat ia pertama kali datang ke klub ini di tahun 2004. Dia bisa saja dipecat atau dengan sadar diri, meninggalkan klub ini lebih awal dari masa kontrak yang nantinya akan diberikan oleh dewan klub The Blues.

Saya hanya percaya jika pada akhirnya ada alasan bagi Mourinho untuk gagal, maka itu baru bisa ditemukan saat Chelsea telah menjalani musim terbaru mereka.

Jika harus mengulas balik perjalanan musim terakhir Mourinho bersama Chelsea (musim 2006-07), saya ingat betul faktor terbesar kegagalan Jose Morinho di musim terakhirnya tersebut terletak pada badai cedera pemain yang menciptakan ke-tidak beruntung-an.

Saya ingat betul di musim itu nyaris tak ada satupun pemain Chelsea yang tidak mengalami cedera dan harus absen dalam beberapa pertandingan. Tragedi Petr Cech, pingsannya John Terry dalam laga final Piala Liga Inggris, dan cedera-cedera 'umum' yang dialami pemain Chelsea lainnya.

Masih ingat saat di bulan Januari 2007 Chelsea kalah dari Liverpool di partai Liga Inggris? Ya, karena cedera yang dialami bek-bek Chelsea saat itu, kita harus melihat duet Paulo Ferreira dan Michael Essien di lini belakang Chelsea dan akhirnya Liverpool menang 2-0, CMIIW.

Saya mengingat bahwa hanya Frank Lampard yang bermain di nyaris setiap pertandingan untuk Chelsea. Itupun dengan catatan, di akhir Maret 2007, dia harus bermain dengan kondisi pegelangan tangan dibebat karena mengalami retak saat berlatih bersama skuad Timnas Inggris.

Dia juga harus menggantikan posisi Lassana Diarra yang terlambat datang saat Chelsea menghadapi Macclesfield di ajang Piala FA pada bulan Januari 2007, padahal Lamps tidak dimasukkan ke dalam anggota skuad oleh Mourinho. Saya juga masih ingat betul, setelah bermain sekian banyak laga, Lampard di-bangku cadang-kan pleh Mourinho saat bertemu Blackburn (CMIIW) di bulan April, tapi harus masuk ke lapangan di awal babak pertama karena Ricky Carvalho mengalami cedera.

Saya hanya berpikir, jika saja Michael Ballack dan Andriy Shevchenko tidak absen di partai semifinal leg kedua Liga Champions melawan Liverpool, maka Mourinho mungkin tak harus menunjuk Arjen Robben sebagai eksekutor penalti Chelsea. Hanya penalti Lampard yang sukses bersarang ke gawang Pepe Reina saat itu. Kita tahu Michael Ballack dan Andriy Shevchenko punya peluang yang lebih besar untuk berhasil mengeksekusi penalti daripada si kidal Arjen Robben ataupun Geremi, CMIIW.

Saya seperti mengulas memori suporter Chelsea di musim terakhir Jose Mourinho melatih klub ini, dulunya. Saya pada akhirnya hanya berharap, Jose Mourinho tidak menemui rentetan peristiwa aneh seperti yang dialaminya di musim 2006-07, dimana pada akhirnya dia 'hanya' bisa mempersembahkan Piala FA dan Piala Liga Inggris di akhir musim.

Dan, setelah semua penjelasan di atas, setelah semua torehan kesuksesan di FC Porto, Jose Mourinho memang ditargetkan, diharapkan untuk sukses bersama klubnya. Dan karena itulah artikel ini akan aneh sekali jika memuat tulisan mengenai dampak negatif kedatangan Jose Mourinho untuk Chelsea, klub yang tolok ukur kesuksesannya adalah trofi. Dan karena habit di Chelsea itulah kita tidak harus mengupas soal-soal yang terlalu rumit, seperti bagaimana nasib pemain-pemain akademi Chelsea. Bukan salah Mourinho, dia ada atau tidak ada sekalipun, Chelsea toh sama saja. Lagipula, membangun akademi yang sukses menelurkan pemain-pemain yang gemilang sebenarnya jauh lebih sulit daripada membentuk skuad utama, yang bisa 'dibeli' dan siap meraih trofi.........


Up The Chels!

READ MORE - Jika Jose Mourinho Kembali Bertahta di Stamford Bridge... ( Part II )

18 Mei, 2013

Jika Jose Mourinho Kembali Bertahta di Stamford Bridge...

Fans Chelsea dalam beberapa bulan terakhir betul-betul sudah dijejali dengan kabar seputar kembalinya The Special One ke kursi manajer klub. Sebagai fans Chelsea, saya memperkirakan setidaknya 90 persen suporter merasa bahagia dengan kabar tersebut dan sepuluh persen sisanya bukannya menolak kedatangan Mourinho, tapi lebih karena mereka memiliki manajer favorit yang berbeda.

Intinya, tak ada kebencian yang muncul seiring desas-desus yang kabarnya akan menjadi kenyataan setelah gelaran La Liga usai awal Juni mendatang.

Katakan, pada akhirnya memang benar Jose Mourinho akhirnya akan kembali berlabuh ke tempat yang memberikan dia gairah luar biasa dalam sepakbola, maka rasanya seribu prediksi soal efek kedatangan Mourinho ke Chelsea dan Inggris tentu akan menjadi topik hangat untuk dibicarakan.

Mari bicara soal efek kedatangan Mourinho untuk Chelsea sendiri. Dalam sejarah klub inipun, belum pernah ada pelatih yang kembali setelah meninggalkan pekerjaan di London Barat. Sejarah kesuksesan Mourinho sebelumnya tentu menjadi sebuah penanda tertentu apa yang diharapkan dari kembali-nya ia ke ranah Inggris.

Chelsea tak dipungkiri akan menuai keuntungan dari kembalinya salah satu anak emas di dunia kepelatihan sepakbola modern. Jadi, apa sisi positif dari kedatangan Mourinho ke Chelsea?


1. Mourinho Selalu Tahu Bagaimana Meraih Sukses Jangka Pendek

Well, soal kemampuan yang satu ini rasanya tidak perlu dibahas lagi. Mourinho bisa dikatakan tidak pernah gagal membesut empat tim yang pernah dilatihnya. Sekalipun banyak orang memandang rendah pencapaiannya di Real Madrid, tapi raihan satu trofi Liga Spanyol dan satu trofi Copa del Rey serta tiga kali semifinal beruntun di Liga Champions sungguh sebuah pencapaian yang fantastis.

Sukses terbesar Mou di Real Madrid adalah trofi La Liga yang dipersembahkannya. Jika bersedia membaca kembali artikel saya di blog saya soal pemecatan Roberto Di Matteo, maka anda akan tahu kenapa saya tidak menempatkan trofi Liga Champions sebagai tolok ukur UTAMA kesuksesan seorang manajer di klub. Lagipula, siapa Real Madrid sejak 2003 di Liga Champions, sebelum kedatangan Mourinho di tahun 2010? Menyentuh perempatfinal saja mereka susah payah, cuma sekali.

Dan kenapa saya sertakan kata-kata jangka pendek? Ya, karena pemilik Chelsea terkenal sebagai orang yang tidak memiliki kesabaran tingkat tinggi untuk melihat klubnya merasakan kegagalan. Bersama Mourinho, sebuah klub bisa merasakan euforia 'sekejap mata'. Semua serba cepat dan sangat ekspresif. Itulah sebabnya, menurut kabar di media-media, Jose Mourinho 'hanya' akan ditawari kontrak selama tiga tahun (kalaupun empat tahun, seperti kabar terakhir yang beredar, maka dengan iklim Chelsea dalam 10 tahun terakhir, kita masih harus skeptis apakah Mourinho akan menyelesaikan tugasnya hingga kontrak berakhir). Jika harus membandingkan jangka waktu kontrak yang dipersiapkan Setan Merah untuk David Moyes (6 tahun), terlihat dengan jelas klub mana yang lebih siap merasakan kegagalan tanpa harus ada pergantian manajer. Chelsea hingga saat ini sepertinya tidak membangun sebuah sistem jangka panjang dalam manajerial mereka. Chelsea dan Jose Mourinho memang sangat klop!


2. Pengalaman di Sepakbola Spanyol Akan Berfungsi Untuk Menangani 'The New Chelsea'

Sejak Juan Mata bergabung dengan Chelsea di tahun 2011, jelas sekali bahwa ada transformasi permainan di atas lapangan. Mata yang difungsikan sebagai playmaker memang diboyong untuk meningkatkan flesibilitas lini tengah Chelsea yang cenderung kaku dan keras. Kemudian kedatangan Eden Hazard, Marko Marin dan Oscar dengan sangat terang menunjukkan apa yang menjadi proyeksi dewan klub soal performa di atas lapangan. Dewan klub ingin tim ini bermain lebih spektakuler, lebih indah, ya, mirip-mirip Barcelona. :P

Lalu, dengan banjir kedatangan pemain-pemain yang memiliki teknik super ini apa yang bisa dilakukan Mourinho dengan filosofi sepakbola efektif, pragmatis, asalkan bisa menang?

Jangan khawatir. Mourinho menempa ilmu tiga tahun di sepakbola Spanyol yang terkenal sebagai liga pemain teknik tinggi di dunia. Mengutip apa yang pernah ditulis @coachtimo, 'Jika ingin belajar taktik, pergilah ke Italia. Jika ingin belajar fisik, pergilah ke Inggris. Jika ingin belajar mental pergilah ke Jerman. Jika ingin belajar teknik pergilah ke Spanyol'.

Musim lalu, Mourinho sukses menerapkan sepakbola paling menyerang sepanjang kepelatihannya. Torehan gol para pemain Madrid di kompetisi domestik dan kemudian gelar La Liga dengan sejumlah torehan impresif menunjukkan jika Mourinho sebenarnya siap jika harus melakukan hal agak berbeda. Ia juga tak tampak mengalami masalah besar mengakomodasi skill Cristiano Ronaldo di atas lapangan.

Tapi, jika torehan prestasinya tak secemerlang di negara lain, salah satu faktor terbesarnya dia datang saat Barcelona sedang bagus sekali, saat Barcelona sedang menjadi tim terbaik dunia.

Kesuksesan Mourinho di Chelsea dan Inter Milan juga dipengaruhi dengan tim-tim rival yang sedang jeblok performanya. Saat melatih Chelsea, Manchester United memang tengah membangun kekuatan baru di luar 'Class of 92'. Di Inter Milan, Juventus dan AC Milan memang juga tak bisa memberikan perlawanan berarti.

Penjelasan tadi bukan sesuatu yang bersifat mengecilkan kemampuan Mourinho, tapi saya secara pribadi yakin bahwa tak ada kesuksesan sebuah klub yang tidak dipengaruhi dengan apa yang terjadi terhadap klub rival mereka.


3. Mourinho Memiliki Banyak Dukungan, Mengurangi Tekanan

Seperti yang saya tulis di atas, banyak sekali fans Chelsea yang tidak keberatan dengan kedatangan Mourinho dan bahkan cenderung mendukung 100 persen.

Yang lebih penting lagi dalam kedatangan Mourinho ke Chelsea kali ini adalah ia sudah pasti disambut dengan penuh cinta dari para pemain didikannya terdahulu yang hingga saat ini bisa saya jamin masih tetap merasa sangat berhutang budi pada Mourinho.

Petr Cech, Ashley Cole, Frank Lampard dan John Terry. Dalam sejarah kepemilikan Roman, manajer yang memiliki dukungan penuh penuh dari para pemain senior yang sangat berpengaruh itu selalu sukses di akhir musim (baca: mempersembahkan trofi).

Saat Mourinho datang, dia tak perlu lagi melakukan 'adaptasi' sosial besar-besaran. Dia tahu betul siapa pemain yang akan berpihak kepadanya dan mendukung langkahnya di Stamford Bridge. Sudah jadi watak Mourinho bekerja dengan orang-orang dipercayai-nya. Salah satu kebiasaannya adalah membawa mantan anak buah di klub sebelum-nya ke klub baru. Di Chelsea, dia dipastikan menggenggam suara empat pemain senior, sebuah bekal penting untuk meminimalisir gejolak kamar ganti Chelsea yang nyaris selalu panas semenjak kepergian The Special One di tahun 2007.


4. Kondisi Khusus yang Dialami Tim Rival

Jadi, Sir Alex Ferguson pensiun, Roberto Mancini dipecat. Dua tim teratas di Liga Inggris dalam dua musim terakhir akan mendapatkan manajer baru.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, kesuksesan Mourinho di Chelsea di musim 2004-05 dan 2005-06, tak lepas dari menurunnya performa Man. United yang saat itu mengalami masa transisi.

Pensiunnya Sir Alex sebenarnya menjadi beban untuk tim-tim rival United karena selama ini pengaruh pria Skotlandia tersebut terhadap kesuksesan United begitu besar. Tim-tim rival Setan Merah punya beban yang lebih besar untuk membuktikan diri musim depan. Kepergian Sir Alex tentu akan memberikan pengaruh besar terhadap kekuatan United musim depan. Dewan klub Setan Merah bahkan sudah mempersiapkan diri terhadap hal tersebut. Sebuah tawaran kontrak berdurasi enam tahun disodorkan kepada David Moyes untuk membangun karirnya di Old Trafford. Ini sebuah indikasi bahwa United 'bersedia' bersabar menunggu buah kepelatihan David Moyes.

Lalu, Manchester City. Ya, mereka memang bisa menjadi juara Liga Inggris musim lalu. Namun, dengan kondisi badai cedera yang dialami Man. United, rasa-rasanya, menjadi juara hanya berdasarkan selisih gol bukanlah suatu pencapaian yang bisa dinilai sangat baik. Kerentanan tim ini masih begitu besar. Tampil konsisten hanya dalam satu musim  dan dua kali gagal di fase grup Liga Champions semenjak kedatangan Sheikh Mansour, membuat teori yang menyebutkan "Chelsea Buy Trophies With Money' tidak mutlak benar. Entah Manchester City berusaha untuk membangun klub dengan cara yang lebih elegan daripada Chelsea, atau mereka mungkin tidak memupuk ambisi secara kontinyu dari musim ke musim seperti yang dilakukan Roman Abramovich.

Arsenal, Spurs, Liverpool dan Everton. Kekuatan kuda hitam namun tak bisa terlalu diharapkan kiprah-nya. Mungkin hanya Arsenal yang mendapatkan sedikit keuntungan karena mereka memiliki manajer yang paling senior di antara tim-tim papan atas lainnya. Pada dasarnya, masalah Arsenal kurang lebih sama dengan apa yang dialami Manchester City, di kalimat terakhir paragraf sebelum ini.


5. Chelsea Musim Depan Sudah Lebih Siap

Saya pernah menyinggung dalam tulisan saya 'Rafael Benitez Masih Memiliki Kelebihan'. Dalam tulisan itu saya menyatakan bahwa sistem rotasi yang diterapkannya akan menjadi sangat berguna untuk Chelsea di musim depan.

Skuad Chelsea memang lebih besar musim ini dan kedalaman-nya juga bagus. Semua berkat rotasi yang dijalankan Benitez. Tak ada yang menyangka jika Cesar Azpilicueta bisa menjadi andalan di bek kanan, bergantian dengan Ivanovic. Kehadiran Cesar membuat Benitez tidak terlalu kebingungan saat Terry dan Cahill absen akibat cedera, karena dia bisa menggeser Ivan ke tengah dan tetap merasa aman dengan kehadiran Azpilicueta. Jika Ivan dan Azpilicueta sama-sama fit, Benitez memiliki opsi untuk mendorong David Luiz ke sektor gelandang bertahan dan membiarkan Ivan berpasangan dengan Cahill atau Terry.

Chelsea memainkan 69 partai musim ini dan rotasi ala Benitez benar-benar membuat pemain mendapatkan porsi bermain yang sesuai. Mereka sudah membangun 'chemistry' antara satu pemain dengan pemain lainnya. Mungkin hanya Marko Marin yang harus melakukan penyesuaian lagi karena faktor cedera membuat dia minim tampil untuk klubnya. Sekarang tinggal apa yang menjadi pilihan Mourinho, akankah dia mengembangkan Chelsea dengan platform yang sudah terbentuk musim ini atau melakukan perombakan dari awal untuk membentuk tim yang betul-betul sesuai keinginan-nya 'dari nol' lagi.


Anyway, saya berharap Jose Mourinho benar-benar akan kembali ke Stamford Bridge. Welcome Home, Mou!


KTBFFH.


READ MORE - Jika Jose Mourinho Kembali Bertahta di Stamford Bridge...