25 Juni, 2013

Fans Chelsea dari Indonesia Mengelilingi Dunia (Part 2)

Setelah kita mengetahui pengalaman Nadia Hutami, fans Chelsea asal Jakarta yang beruntung mendapatkan kesempatan untuk menonton Chelsea secara langsung di Stamford Bridge, sekarang waktunya kita mengalihkan perhatian kita kepada Rizky Astri.

Rizky Astri adalah fans Chelsea asal Semarang, Jawa Tengah. Dia memiliki pengalaman luar biasa saat menyaksikan Chelsea bertanding dalam ajang FIFA Club World Cup, Desember lalu. Ada perspektif menarik yang diungkapkan Kiky tentang suporter Chelsea dari Inggris yang juga menyaksikan laga di Jepang dan bagaimana perasaannya saat memberikan dukungan secara langsung bersama mereka. Kiky juga sempat berfoto bersama fans setia Chelsea, Cathy, yang selalu hadir dalam laga Chelsea di Stamford Bridge selama 37 tahun!

Jadi, inilah penuturan Kiky (nama panggilan Rizky Astri) mengenai pengalamannya di Jepang.

"Teman saya (yang dia maksud adalah saya, Nanda) meminta tolong untuk menceritakan pengalaman saya ketika menyaksikan Chelsea berlaga di FIFA Club World Cup di Jepang. Hmmm.... jangan ditanya bagaimana rasanya bisa menonton pemain Chelsea secara langsung! Memang, saya tidak menyaksikan langsung di Stamford Bridge, tapi berada satu tribun bersama fans Chelsea yang datang dari Inggris terasa sangat seru."


Rizky Astri saat berada di Jepang untuk menyaksikan FIFA Club World Cup 2012

"Dari chants-nya, obrolan saya dengan mereka, pengalaman saya bersama mereka dan juga tingkah laku mereka sangat lucu.  Football is all about fun and drinks! Saya tak bisa membayangkan jika mereka datang ke Indonesia, saat Chelsea Tur Asia nanti, yang pastinya mustahil untuk membawa minuman beralkohol ke dalam stadion. Itu pasti lucu. Meskipun mereka tampak sedikit tidak punya tata krama, mereka betul-betul menunjukkan passion mereka untuk mendukung Chelsea. Oh My God, mereka bahkan tidak berhenti bernyanyi sepanjang pertandingan! Dan, yang luar biasa adalah mereka menghormati saya yang menjadi satu-satunya fans dari Asia di tribun."

Kiky bersama salah satu fans Chelsea yang paling setia, Cathy

"Berbeda lagi tentang perasaan saya melihat pemain Chelsea di lapangan, iya, di depan mata saya! Saya mendapatkan duduk di barisan depan dan saya melihat Lampard melambaikan tangan ke arah tribun tempat saya duduk. Secara spontan, saya meneriakkan namanya. Its like dream comes true! Pertandingannya seru. Saya mendengar beberapa chants yang belum pernah saya dengar sebelumnya dan itu membuat saya tertawa."



Kiky dan Super 'Frankie' Lampard

"Itu adalah pertandingan semifinal dan final yang tak akan saya lupakan. Meskipun hasil mengecewakan, setidaknya, saya bisa bertemu dengan para pemain dan staff secara langsung. Saya memang agak nekat untuk bisa datang ke Jepang. Saya mengumpulkan uang dari kerja keras saya selama setahun."




"Dan kenapa saya memilih untuk datang ke Jepang dan bukan Stamford Bridge? Karena tak setiap tahun Chelsea berlaga di FIFA Club World Cup. Jadi, saya memilih datang ke Jepang untuk menyaksikan pertandingan bersejarah itu. Chelsea, tim yang dulu hanya diketahui segelintir orang, tim yang menurut fans Liverpool tidak akan pernah juara Liga Champions, sekarang bermain FIFA Club World Cup."

"Foto dengan para pemain? Kita tak perlu membayar untuk Meet and Greet! Asalkan kita memiliki keinginan untuk mencari mereka, kita bisa foto bersama mereka. Para pemain Chelsea, dan juga staffnya, bahkan dokter Eva, tidak ada yang sombong. Sementara, suporter Chelsea sudah seperti keluarga bagi saya."
Thanks to: Rizky Astri ( @rizkyastri )


KTBFFH

READ MORE - Fans Chelsea dari Indonesia Mengelilingi Dunia (Part 2)

23 Juni, 2013

Frank Lampard: A Truly Legend of Chelsea FC


Frank Lampard mencium trofi Liga Champions/ Getty Images
Dalam sepakbola modern yang begitu menuntut mentalitas dan fisik, saya jarang sekali melihat seorang pemain seperti Frank Lampard. Dia sudah berusia 35 tahun pada tanggal 20 Juni lalu, tapi, saya seolah masih akan melihat banyak hal dari dirinya di musim depan.

Kalaupun pada akhirnya dia tidak melakukan banyak hal untuk Chelsea musim depan, saya merasa itu bukan masalah. Setelah apa yang diberikan Lampard dalam 12 tahun karir-nya di Chelsea, menurut saya kita memang tidak perlu menuntut hal yang lebih dari diri-nya. Tapi, entah kenapa saya berpikir bahwa dia akan selalu menemukan cara-nya sendiri untuk selalu berkontribusi kepada Chelsea.

Lampard adalah sosok pemain yang tidak dilahirkan dengan bakat-bakat luar biasa seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo atau Eden Hazard. Tapi, dengan etos kerja keras-nya yang begitu terkenal di kalangan fans dan para profesional sepakbola, Lampard membangun kesuksesan-nya dengan cara yang berbeda.

Saya mengagumi kecerdasan-nya dalam membaca situasi di atas lapangan dan hal itu paling sering terlihat saat dia mencetak gol. Jika diamati, sebagian besar gol Lampard tercipta dengan satu cara yang sudah menjadi ciri khas-nya, karena setahu saya tak ada pemain lain yang melakukan hal itu secara berulang-ulang.

Dia bisa masuk ke kotak penalti lawan, tanpa membawa bola dan membuat bek lawan tak menyadari kehadiran-nya. Saat bola berada di kaki-nya, maka dia akan mencetak gol yang terlihat sangat mudah. Hanya kelihatannya...

Frank Lampard dalam sebuah wawancara dengan Adidas TV setelah menjadi top skor Chelsea sepanjang masa/ Getty Images
Menurut saya, pemain dengan tipikal seperti Lampard tidak bisa dihentikan dengan pengawasan ketat. Dia memiliki pergerakan tanpa bola yang cerdas dan membuat pemain lawan kesulitan untuk memantau pergerakan-nya. Karena itulah, kita bisa berkali-kali melihat dia mencetak gol dengan cara yang sama, karena memang sulit untuk menebak apa yang akan dilakukan-nya sepanjang pertandingan.

Karena gaya bermain yang menjadi pilihan-nya, performa Lampard terus awet di level atas dan kontribusi-nya tak pernah seret dari musim ke musim. Dengan bermain efektif dan cerdas, dia merawat tubuh-nya sendiri agar permainan-nya 'tidak terlalu dipengaruhi oleh usia'. Dan, tentunya, dalam hal ini Chelsea lah yang paling beruntung.

Lampard juga memiliki sikap profesional dan kepemimpinan yang luar biasa di atas lapangan. Dia memiliki kontrol diri yang luar biasa dalam situasi sulit secara psikologis untuk dirinya dan tim.

Saya masih ingat saat Lampard menerima kartu merah melawan West Ham di Upton Park pada Maret 2008 dan saat menghadapi Liverpool di Anfield pada Februari 2009. Tayangan ulang menunjukkan jika Lampard tak bersalah dan dua kartu merah tersebut dihapus. Tapi, yang harus digaris-bawahi adalah reaksinya saat menerima kartu merah tersebut. Saya pikir, Lampard mengetahui jika dirinya tak bersalah. Tapi, dia memilih untuk tidak melakukan perlawanan terhadap keputusan wasit.

Frank Lampard dalam pertandingan di Anfield, Februari 2009/ Reuters

Padahal, satu laga yang menegangkan di Anfield bisa saja memiliki akhir yang berbeda jika Lampard tetap berada di atas lapangan. Saat itu Chelsea kalah 2-0 dan Lampard keluar setelah pertandingan berjalan satu jam dan Liverpool sedang unggul 1-0. Chelsea tampaknya bisa mencetak gol balasan sebelum Lampard keluar dan kemudian, gol dari Fernando Torres mengunci kemenangan Liverpool pada menit 88.

Atau masih ingat amarah para pemain Chelsea kepada wasit Tom Heening Ovrebo pada pertandingan leg kedua  semifinal Liga Champions 2008-09 di Stamford Bridge menghadapi Barcelona? Bukan hal yang umum melihat tim tuan rumah mendapatkan perlakuan tidak adil yang terlalu mencolok. Dan keputusan Ovrebo dalam laga tersebut berpengaruh besar dalam kegagalan Chelsea menuju final.

Tapi, saat Didier Drogba dan Michael Ballack mengekspresikan kekecewaan mereka kepada Ovrebo, yang mana bisa saya pahami, Lampard seperti berada dalam sebuah panggung yang berbeda dalam pertandingan tersebut. Dia mendatangi Iniesta, berjabat tangan dengan-nya dan bertukar kaos. Entah kenapa, suasana hati saya yang sangat sedih, mendadak bisa berubah ketika melihat aksi Lampard dan Iniesta. Dan, entah kenapa saya tiba-tiba merasa bahwa Chelsea akan menjadi juara Liga Champions beberapa tahun lagi dan pemain-pemain senior akan berperan besar saat peristiwa bersejarah itu terjadi. Ya, Chelsea menjadi juara tiga tahun kemudian, setelah 'tragedi mengerikan' di Stamford Bridge tersebut.

Saat berbicara mengenai kesuksesan Lampard, hal itu tak pernah lepas dari kerja keras yang sudah menjadi rutinitas sehari-harinya. Banyak sekali media dan orang-orang yang mengenal Lampard berbicara mengenai hal ini.

The Special One dan Profesional Terbaik di Dunia Sepakbola/ PA

Pada satu waktu, Jose Mourinho berkata bahwa Lampard adalah pemain yang datang paling pertama dan terakhir yang terlihat dalam sesi latihan. Atau saat Jose Mourinho melatih Inter, dia pernah berkata bahwa Lampard adalah profesional terbaik yang pernah bekerja dengan-nya.

Lampard sendiri mengaku bahwa dia tidak dianugerahi bakat alami seperti Lionel Messi ataupun Eden Hazard dan hal itulah yang membuat dirinya terpacu untuk terus bekerja keras, membangun kesuksesan dan meraih banyak prestasi bersama Chelsea.

Saya masih mengingat bahwa sehari sebelum pertandingan melawan Aston Villa, Mei lalu, seorang fans Chelsea di twitter menulis bahwa hujan turun di tempat latihan Chelsea dan para pemain mulai meninggalkan lapangan. Tapi, tidak begitu halnya dengan Lampard yang tetap berada di lapangan untuk melatih tendangan-nya.


Dan, tentu kita semua masih mengingat gol Frank Lampard yang menyamai rekor Bobby Tambling. Chelsea sedang tertinggal 1-0 dan Lampard membuka harapan dengan tendangan kaki kirinya yang menembus jala Aston Villa. Tidakkah anda merasa diberi sebuah petunjuk bahwa Lampard sudah mempersiapkan diri untuk menyelamatkan timnya saat berlatih di bawah hujan sehari sebelumnya?

Frank Lampard adalah sosok yang terus menjaga ambisi dan kerja keras saat usianya  35 tahun. Rasanya sulit menemukan sosok seperti itu saat ini. Dia adalah orang yang menerapkan standar paling tinggi dalam latihan hingga hari ini.

Bahkan, dalam wawancaranya dengan Adidas TV, Lampard seolah tidak percaya bahwa dirinya sudah mencetak 203 gol saat ia melihat ratusan bola berada di lapangan Stamford Bridge sebagai perayaan setelah ia menjadi top skor sepanjang masa Chelsea menggantikan Bobby Tambling. Saya tidak tahu kenapa ia seperti terkejut melihat pencapaian-nya sendiri, tapi mungkin dia merasa bahwa dirinya belum melakukan banyak hal untuk Chelsea dan berniat memberikan lebih banyak lagi musim depan? Ya, fans Chelsea masih mengharapkan hal itu dari Frank Lampard, A Truly Legend of Chelsea FC!



KTBFFH

READ MORE - Frank Lampard: A Truly Legend of Chelsea FC

22 Juni, 2013

Fans Chelsea dari Indonesia Mengelilingi Dunia (Part I)


Malam paling bersejarah bagi Chelsea FC (source: Chelsea FC)

Kesuksesan Chelsea dalam 10 tahun terakhir tak bisa disangkal berkat peran besar seorang Roman Abramovich sebagai pemilik klub. Dan, kesuksesan sebuah klub di sebuah kompetisi sepakbola yang sangat bagus seperti Premier League, menciptakan banyak dampak di luar lapangan.

Pertama, tentunya citra klub itu sendiri. Jika sebelumnya Manchester United dan Liverpool telah terlebih dahulu menanamkan pengaruh mereka untuk suporter sepakbola di seluruh penjuru dunia berkat kesuksesan mereka, maka gelar Premier League yang diraih Chelsea di musim 2004-05 dan 2005-06 menjadi langkah awal untuk The Blues melakukan hal yang sama.

Chelsea kini tidak bisa hanya dilihat sebagai klub asal Inggris dan hanya diidolakan suporter yang bermukim di London Barat. Chelsea kini menjadi sebuah simbol internasional. Ya, simbol internasional. Chelsea telah mempengaruhi cara pandang  dalam membangun kesuksesan karena investasi dana super besar yang dilakukan Roman Abramovich. Tak bisa disangkal, meski awalnya mendapatkan banyak cibiran, banyak yang mengikuti langkah Roman Abramovich dalam membangun sebuah klub. Faktanya, saat ini banyak pengusaha-pengusaha besar dunia yang tak segan untuk menjadi pemilik sebuah klub di Eropa. Roman Abramovich adalah sebuah fenomena dalam sepakbola modern, itu benar!

Dan, fenomena yang diciptakan Roman Abramovich pun menembus keluar lapangan. Chelsea kini menjelma menjadi sebuah klub populer dengan basis suporter yang sangat besar. Kesuksesan Chelsea menyentuh detak jantung fans sepakbola di Asia, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, pertumbuhan jumlah penggemar Chelsea terus menanjak dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar di antara mereka mencintai Chelsea di era Roman Abramovich, tapi mengenai ekspresi kecintaan, jangan diragukan. Kalian akan kaget karena mulai hari ini saya akan memuat hasil wawancara saya dengan tiga fans Chelsea (dan mereka semua wanita!), yang bersedia 'berkeliling dunia' hanya untuk menyaksikan Chelsea. Dari Jakarta menuju London, dari Semarang (Jawa Tengah) menuju Jepang, mereka mengikuti Chelsea yang berada di hati mereka.

Pertama, saya akan menuliskan hasil wawancara saya dengan Nadia Hutami, fans Chelsea asal Jakarta. Nadia sudah pernah menonton laga Chelsea langsung di Stamford Bridge dan mengaku bahwa Chelsea telah berperan besar membuat dirinya  menjadi penulis berita olahraga di sebuah situs sepakbola online di Indonesia (saya juga mengalami hal yang sama dengan Nadia!). Penasaran? Check this out!


Bisa diceritakan bagaimana awalnya anda memutuskan untuk berangkat ke Stamford Bridge?

Cerita yang panjang, sejujurnya tidak ada niat untuk pergi ke Stamford Bridge mengingat tabungan saya belum mencukupi, tapi tanpa diduga saya mendapat rejeki dari Adidas karena menjadi pemenang kuis "Adidas 12th man" yang diadakan Adidas Southeast Asia di Facebook. Caranya gampang, saya membeli jersey Chelsea dan secara otomatis mendapatkan syal. Lalu, mereka menyuruh saya untuk mengambil foto dengan syal tersebut dan tentu saja jersey baru. Beberapa bulan kemudian saya mendapatkan inbox yang mengatakan kalau saya pemenangnya dan berhak pergi ke London, Inggris dan menonton pertandingan Chelsea.

Nadia Hutami was there, in Stamford Bridge!
Apakah anda bersama rekan anda sesama fans Chelsea dari Indonesia saat disana?

Iya, saya pergi bersama sahabat saya, Lulu. Kami berangkat dari Jakarta tanggal 5 Februari 2010 dan berada disana dari tanggal 6 sampai 12 Februari 2010.

Anda kesana untuk menonton sebuah pertandingan Chelsea bukan? Pertandingan apa dan bagaimana hasil akhirnya?

Tentu, kami nonton Chelsea vs Arsenal. Saya ingat  hasil akhirnya, 2-0 untuk kemenangan Chelsea. Gol dicetak oleh Didier Drogba. Benar-benar pengalaman tak terlupakan.

Apa momen terbaik anda saat berada disana?

Momen terbaik tentu saja ketika menginjakkan kaki pertama kali di Stamford Bridge. Jujur saya sempat menitikkan air mata karena sangat terharu, sampai merinding karena akhirnya bisa ke Stamford Bridge. Saya juga ikut tur stadion dan tur guide disana benar-benar membantu. ada yang lucu, sang tur guide yang bernama Elvis tidak percaya kalau saya datang ke London hanya untuk menonton Chelsea, dia sampai bilang "are you guys crazy" hahahaha. Saat kami masuk ke ruang ganti, karena saya termasuk deretan orang-orang pendek (apalagi jika dibandingkan sama orang bule disana) maka saya dan Lulu berada di belakang dan tidak bisa maju ke depan karena tertutup oleh orang lain, tiba-tiba Elvis memanggil kami berdua sambil berkata "two girls from Indonesia please step forward, you've come from a long way". Saya terharu karena kami berdua betul-betul diprioritaskan. Ketika kami ke museum ada satu keluarga yang bertanya kepada kami apa benar kami dari Indonesia dan datang ke London hanya untuk nonton Chelsea, sambil nyengir saya berkata "yes" lalu mereka dengan sopan bertanya apakah saya sudah punya tiket pertandingan? saya jawab "yes". Saya terharu dengan sambutan para warga London ini, saya pikir mereka akan merasa asing kepada orang Asia, apalagi perempuan seperti saya, nyatanya mereka justru menghargai usaha saya dan tidak menganggap remeh saya.


Siapa pemain yang paling ingin anda temui saat itu?

Sampai sekarang saya ingin bertemu dengan John Terry, sayang kesempatan itu belum tercapai. Ketika di Stamford Bridge saya tidak memiliki kesempatan untuk bertemu John, tapi saya puas karena impian saya menonton Chelsea dan melihat John bermain di Stamford Bridge tercapai.

Bagaimana rasanya bisa berada di tengah kerumunan suporter Chelsea di London dan memberikan dukungan terhadap tim kesayangan anda secara langsung di kandangnya?

Rasanya? susah untuk diungkapkan dengan kata-kata, sampai sekarang saya masih berpikir apakah saya benar-benar pernah menonton Chelsea di Stamford Bridge, karena ini seperti mimpi saja. Saya ingat ketika keluar dari underground (kereta bawah tanah) untuk menuju stadion, fans disana langsung menyanyikan chants kebanggaan Chelsea, merinding rasanya, jujur saja saya terharu karena bisa berbaur dengan fans Chelsea di London.

Bulan depan, Chelsea akan datang ke Indonesia untuk pertama kalinya. Menurut anda apakah pecinta sepakbola Indonesia akan mampu menciptakan atmosfer yang sama di Stadion Gelora Bung Karno?

Bisa saja, suporter klub di Indonesia tidak kalah dengan di London, saya yakin mereka juga akan ikut menyanyikan chants seperti yang dilakukan penonton di Stamford Bridge.

Anda pasti ikut datang untuk menyaksikan Chelsea di Stadion GBK bukan?

Tentu, jika tidak ada halangan saya pasti akan ikut menonton.

Apa yang paling anda tunggu dari kedatangan Chelsea ke Indonesia bulan depan?

Apa yang saya tunggu? Tentu saja seluruh pemain dan The Special One, Jose Mourinho.


Bisakah anda memberitahu sejak kapan mencintai Chelsea dan silahkan mengungkapkan perasaan anda semenjak menjadi fans Chelsea!

Sejak kapan, saya lupa, yang jelas sejak Premier League ditayangkan kembali di salah satu tv swasta di Indonesia dan sejak era Roman Abramovich. Salah satu pertandingan pertama Chelsea yang saya tonton itu saat adalah pertandingan Liga Champions melawan Arsenal. Saya sangat ingat gol Wayne Bridge membawa Chelsea ke semifinal UCL ( tapi akhirnya kalah oleh Monaco di semifinal). Kemudian semuanya mengalir begitu saja, saya mempelajari sejarah chelsea, berusaha untuk hafal semua nama-nama pemainnya. Semua itu saya lakukan dengan sukarela tentu saja. Tanpa saya sadari, saya menjadi fanatik dengan klub di London Barat yang bernama Chelsea Football Club.

Kemudian datang final Liga Champions 2008. Sebagai fans Chelsea, kita semua tentu saja bermimpi untuk meraih trofi paling bergengsi untuk klub di Eropa ini. Sayangnya,  sang kapten terpleset di adu penalti dan membuat Chelsea harus merelakan trofi itu ke tangan Manchester United.

Saya bukannya mau mengingat kenangan terburuk saya sebagai fans Chelsea. Ya, saya akui saya menangis ketika John Terry gagal melakukan tendangan penalti dan rasa sakit itu sepertinya tidak hilang dalam sepekan. Tapi setelah itu saya sadari, kejadian itu membawa hikmah bagi saya. Kalau dipikir-pikir saya menangis dan menyesali kekalahan Chelsea karena saya begitu mencintai Chelsea. Saat itu saya sadar kalau Chelsea sudah menjadi bagian dari hidup saya (hingga sekarang) saat itu juga saya sadar cinta saya terhadap Chelsea mungkin sudah melewati batas wajar hahaha.

Keluarga saya saat itu menganggap kesukaan saya untuk Chelsea akan hilang begitu saja, tapi mereka salah, setiap tahun saya malah semakin mencintai Chelsea. Awalnya mungkin mereka agak risih karena saya justru menyukai hobi para pria, tapi akhirnya mereka sadar kalau saya betul-betul mencintai Chelsea. Saya memiliki banyak teman karena Chelsea. Saya bahkan mengenal beberapa fans Chelsea yang berasal dari negara dan benua lain. Mereka berasal dari USA, Australia, Vietnam, Thailand dan juga Polandia. Saya juga harus berterima kasih kepada CFC. Berkat mereka saya mendapatkan pekerjaan, berkat mereka saya mengetahui bakat terpendam saya!! (Dulu saya tidak pernah berpikir untuk menjadi penulis berita sepakbola/olahraga).

Sebutkan Dream Team Chelsea versimu Nadia!

Cech, Ivanovic, Terry, Leboeuf, Cole, Makalele, Robben, Mata, Ballack, Lampard, Drogba.

Momen apa yang paling berkesan selama menjadi fans Chelsea?

Ada dua, yang pertama, menyaksikan sejarah 19 Mei 2012 (atau 20 Mei 2012 waktu Indonesia). Chelsea untuk pertama kalinya meraih trofi Liga Champions. Sampai sekarang saya masih suka melihat video pertandingan Chelsea vs Bayern Munich (tapi hanya bagian adu penalti). Yang kedua, tentu saja menonton pertandingan Chelsea langsung di Stamford Bridge. 


Semakin banyak gadis remaja dan wanita dewasa yang mencintai sepakbola. Sebagai salah satu dari mereka, bagaimana pendapatmu melihat hal ini?

Bagus sekali dan rasanya tidak aneh melihat perempuan menyukai sepakbola, berbeda saat saya pertama kali menyukai sepakbola (catat: bukan Chelsea tapi sepakbola). Saya masih takut untuk jujur ke teman-teman pria saya karena mungkin mereka akan menganggap saya aneh karena saya justru menyukai sepakbola. Tapi lama-kelamaan saya mulai terbuka dengan mereka, dan tanggapan mereka justru positif.  Bahkan mereka yang awalnya menganggap saya mencintai sepakbola karena para pemain tampan, kemudian mulai berani mengajak saya untuk berbincang soal sepakbola.

Siapa pemain paling tampan di skuad Chelsea selama kamu menjadi suporter klub ini?

Kedengarannya bias, tapi bagi saya tentu saja John George Terry. (FYI, Nadia adalah fans dari kapten Chelsea tersebut)


Nah, kita sudah mendengar pengakuan Nadia mengenai rasa cinta-nya kepada Chelsea FC, hingga membuatnya berani datang ke London untuk menyaksikan pertandingan Chelsea di Stamford Bridge. Selanjutnya, kita akan mengetahui pengalaman menarik seorang kawan saya dari kota Semarang yang menyaksikan Chelsea bertanding di ajang FIFA Club World Cup! Tunggu saja!


Up The Chels!

READ MORE - Fans Chelsea dari Indonesia Mengelilingi Dunia (Part I)

20 Juni, 2013

Semangat Biru Chelsea di Tanah Jogjakarta



They are so blue!

Saat Chelsea memutuskan akan datang ke Indonesia untuk pertama kali, antusiasme fans Chelsea di seluruh negeri begitu tinggi. Menyaksikan tim kesayangan mereka secara langsung dalam sebuah program pre-season adalah hal yang luar biasa mengingat nyaris seluruh fans di Indonesia hanya bisa menikmati pertandingan The Blues via televisi.

Sama seperti di Inggris, di Indonesia, sepakbola juga menjadi olahraga yang sangat diminati untuk ditonton. Banyak klub lokal di negeri ini dengan basis suporter yang fanatik, bahkan sangat fanatik. Tapi, yang menarik adalah fakta bahwa kecintaan mereka terhadap sepakbola menembus ruang, waktu dan rivalitas lokal. Para pecinta sepakbola di Indonesia juga sangat antusias mengikuti perkembangan klub-klub besar Eropa dan memiliki tim favorit. Sehingga, mereka membentuk komunitas fans klub untuk klub Eropa kesayangan mereka. Ini sangat unik, karena banyak di antara mereka yang biasanya memiliki 'pertengakaran kecil' karena berasal dari basis suporter klub lokal yang berbeda, justru bersatu dan tertawa bersama saat mendukung dan menyanyikan chants klub kesayangan mereka.

Hal yang sama juga terjadi dengan dengan sebagian suporter Chelsea di Indonesia. Chelsea telah memiliki komunitas suporter resmi yang berdiri sejak 2003 di negara ini. Chelsea Indonesia Supporters Club atau CISC kini telah berkembang begitu besar dan mempunyai kurang-lebih 50 cabang atau regional di seluruh Indonesia dan bisa dipastikan akan terus bertambah.

Salah satu dari regional tersebut adalah CISC Regional Jogjakarta. Saya mengenal banyak sosok di komunitas ini dan mengetahui bagaimana antusiasme mereka dalam memberikan dukungan untuk Chelsea saat tanggal 25 Juli bertanding di Stadion GBK.

Jadi, untuk menyambut kedatangan Chelsea ke Indonesia pada 25 Juli, saya akan 'mengintai' persiapan mereka menuju Jakarta serta merepresentasikan antusiasme fans Chelsea di sebuah kota yang pernah menjadi ibukota Republik Indonesia melalui koordinator Wilayah mereka, Santoso Bayu Putranto. Here we come!


1. Jadi apakah saat Chelsea ke Jakarta, Indonesia, pada tanggal 25 Juli nanti, akan menjadi pengalaman pertama anda menyaksikan tim ini secara langsung? Bagaimana perasaan anda?

"Kebetulan ini kali kedua saya menonton Chelsea, yang pertama saat Chelsea Tur ke Malaysia 2011. Tentu perasaan saya sangat senang, karena kalau sebelum-nya di luar negeri, sekarang di negeri saya. Saat di Malaysia, saya dan rombongan hanya berjumlah sepuluh orang, walaupun di Kuala Lumpur bertemu teman-teman dari regional lain, tapi skalanya sekarang berbeda, kami dari Jogjakarta memerlukan dua bis rombongan ke Jakarta."

2. Ini pertama kalinya Chelsea ke Indonesia. Menurut anda sebagai fans, apa yang bisa dijadikan alasan terbaik untuk Chelsea datang kemari?

"Fans! Karena sepengetahuan saya, basis fans Chelsea di Indonesia sangat banyak, bisa dilihat dari berbagai akun twitter fanbase Chelsea yang muncul, rata-rata punya ribuan followers, terutama setelah Chelsea juara UCL. Euforia fans Chelsea di Indonesia juga luar biasa, Malaysia dan Thailand saya kira masih jauh dari segi kuantitas" (bisa dicek follower dari CFC Thai :p )

3. Bagaimana antusiasme teman-teman anda dalam menyambut tur Asia Chelsea?

"Antusiame teman-teman luar biasa, bahkan saat Chelsea mengumumkan akan Tur ke Indonesia, banyak yang segera bertanya tentang bagaimana membeli tiket, apakah CISC Jogjakarta akan mengadakan tur dan lain-lain. Untuk tanggal 25 Juli, rombongan Jogja berjumlah sekitar 100 orang. Masing-masing suporter sudah memiliki "amunisi" masing-masing, seperti mempersiapkan banner, kaos, spanduk dan sebagainya."

4. Rombongan dari Jogjakarta berangkat menggunakan bis dan itu akan menghabiskan waktu yang sangat panjang dan sebagian besar dari mereka sedang berpuasa. Kalian pasti sangat tertarik untuk datang ke Jakarta, bukan begitu?

"Ya sangat tertarik, berpuasa bukan halangan bagi kami untuk berangkat ke Jakarta, karena ini kesempatan luar biasa yang sayang untuk dilewatkan. Apalah artinya 8 jam perjalanan plus puasa dibandingkan kenikmatan menonton Chelsea secara langsung dan menyanyikan chants bersama fans Chelsea seluruh Indonesia."

5. Kalian adalah bagian dari keluarga besar CISC, suporter resmi Chelsea di Indonesia. Secara khusus, kapan fans Chelsea di regional Jogja mulai berkumpul menjadi sebuah komunitas yang besar sampai sekarang?

"Regional Jogjakarta resmi berdiri pada tanggal 17 Januari 2009, atau sudah 4 tahun berdiri. Namun, fans Chelsea di Jogja sebenernya sudah mulai berkumpul jauh sebelum 2009. Saat itu fans Chelsea di Jogjakarta masih sedikit, bahkan suatu ketika pernah mengadakan nonton bersama dengan JCI ( fans resmi Juventus), jumlah fans Chelsea bisa dihitung jari, sementara fans Juventus ratusan. Tapi, teman-teman founder komunitas ini tak patah semangat, mereka punya jurus untuk memperkenalkan bahwa di Jogjakarta ada komunitas untuk penggemar Chelsea, yaitu dengan cara berpindah venue nonton bersama, dari satu tempat ke tempat yang lain. Cara tersebut cukup efektif sehingga pada 17 Januari 2009 CISC Regional Jogjakarta resmi berdiri."

6. Bisa anda sebutkan berapa persisnya jumlah member resmi dari fans Chelsea yang menjadi member CISC di regional Jogjakarta ini?

"Dari data yang kami punya, member resmi yang bergabung dengan CISC Jogja ada 258 orang. Ini data dari sejak resmi berdiri 2009 hingga saat ini. Untuk yang belum bergabung sebagai member resmi tentu jumlahnya lebih banyak lagi. Sebagai contoh untuk akun twitter CISC Jogja saat ini followersnya sudah melewati angka 5000."

7. Kalian pasti mengadakan acara nonton bersama saat Chelsea bermain. Dimana biasanya kalian berkumpul?

"Untuk musim lalu (2012/2013) kami memakai Grissee Cafe sebagai venue untuk mengadakan Nonton Bareng (Nonton Bersama). Untuk musim depan, kami masih memakai Grissee, namun tidak menutup kemungkinan bisa berpindah ke tempat yang lain."

8. Pertandingan Chelsea yang manakah yang paling banyak menarik minat fans Chelsea di Jogjakarta untuk berkumpul menjadi satu dalam sebuah even nonton bersama?

"Ini jelas, pertandingan final UCL (2012) B.Muenchen vs Chelsea, saat itu kami bahkan memasang dua proyektor dan mendirikan tenda di tempat parkir Grissee Cafe, sekitar 500 orang hadir dalam acara tersebut."

Suasana menonton final Liga Champions 2012 yang digelar oleh CISC Jogja

9. Apa yang biasanya kalian lakukan untuk membuat fans Chelsea lebih berminat untuk bergabung dengan kalian?

"Biasanya kami mengadakan kegiatan-kegiatan selain kegiatan rutin (nonbar/futsal/etc) seperti gathering regional, kegiatan sosial, buka puasa bersama dan juga kegiatan-kegiatan yang bersifat refreshing seperti piknik, memancing dan sebagainya. Kami juga membuat berbagai macam merchandise official regional untuk menarik teman-teman bergabung dengan kami."

10. Menurut anda kenapa perkembangan jumlah suporter Chelsea begitu melesat dalam beberapa tahun terakhir?

"Menurut saya faktor-nya adalah JUARA LIGA CHAMPIONS, dengan gelar tersebut maka bisa saya katakan Chelsea sudah menjadikan diri sebagai salah satu tim elit di Eropa. Sejak diambil alih oleh Roman Abramovich, Chelsea mulai berevolusi dari klub "medioker" menjadi klub elit di Eropa dan dunia. Mulai dari gelar Liga, Piala Liga, Piala FA, Community Shield, Piala Winners sudah dikoleksi, hanya tinggal satu trofi untuk mengukuhkan predikat tersebut yaitu Piala Champions. Dan musim lalu Chelsea meraih trofi Liga Europa dan melengkapi satu set piala di kompetisi eropa yaitu Piala Winner, UCL dan Europa League."


Ekspresi fans Chelsea di Jogjakarta

11. Jose Mourinho memiliki popularitas yang luar biasa di mata fans Chelsea di Inggris. Apakah dalam pandangan anda, Mourinho juga mempengaruhi fans di Indonesia?

"Ya sangat mempengaruhi, karena Mourinho adalah manajer yang meletakkan fondasi dasar di Chelsea untuk menjadi tim elit di Eropa. Terutama mentalitas dalam bermain dan meraih trofi. Hingga saat ini pemain-pemain yang menjadi tulang punggung Chelsea di era Mourinho jilid I masih aktif bermain dan menjadi andalan hingga saat ini. Dari faktor-faktor tersebut saya pribadi berpendapat sebagian besar fans Chelsea pasti mencintai Mourinho, ditambah dengan kembalinya Mourinho di musim depan."

12. Bagi anda pribadi, siapa sosok pemain yang paling mempengaruhi anda sebagai suporter Chelsea? Kenapa?

"Bagi saya adalah Gianluca Vialli, karena pertama saya menonton pertandingan Chelsea saat Vialli menjadi Player-Manager di akhir 90an. Sangat membekas di ingatan ketika Vialli di babak pertama masih mengatur tim di pinggir lapangan seperti manajer-manajer lain, namun di babak kedua dia mulai pemanasan dan mencopot training suit-nya utk kemudian masuk ke lapangan."

13. Anda mengoleksi merchandise dan jersey Chelsea tentunya. Berapa banyak jumlahnya dan menurut anda, mana di antara merchandise itu yang paling berharga (kenapa)?

"Saya mempunyai beberapa koleksi Jersey Chelsea dari musim-musim yang lalu, tentunya jersey original :p . Dari sekian banyak jersey yg saya punya tentu jersey centenary atau season 2005/2006 yg paling berharga, selain nilai historisnya yg tinggi, desainnya pun bagus sekali. dan sampai sekarang jersey centenary diburu oleh para kolektor. Dan baru-baru ini saya mendapat kiriman dari teman di London yaitu kalender official Chelsea tahun 2013."

14. Bagaimana dengan rekan-rekan anda yang lain? Jersey dengan nama punggung pemain mana yang paling banyak diincar fans Chelsea di Jogjakarta?

"Untuk teman-teman yang lain banyak yang memakai nameset Lampard. Nama Drogba juga banyak dipakai teman-teman di Jogjakarta."

15. Menurut anda siapa pemain terbaik Chelsea musim 2012-13?

"Bagi saya secara pribadi pemain terbaik musim lalu adalah Eden Hazard, gaya bermain dan determinasi-nya memberikan warna baru bagi Chelsea."

16. Sejak kapan anda mencintai Chelsea?

"Saya termasuk rombongan Glory Hunter :P.  Saya mulai cinta Chelsea saat Abramovich membeli Chelsea tahun 2003, untuk mulai berkomunitas dengan CISC Jogja sekitar pertengahan 2009."

17. Anda adalah fans yang berada sangat jauh dari Chelsea. Bagaimana anda merasa terhubung dengan The Blues? Apakah klub ini memberikan inspirasi atau mempengaruhi anda sebagai seorang suporter sepakbola?

"Ya sebagai fans Chelsea di luar negeri tentu ada sedikit perasaan berbeda dengan fans-fans lokal di London sana. Mereka setiap akhir pekan bisa datang ke Stamford Bridge untuk menonton langsung, kami hanya bisa menonton lewat televisi . Namun itu tidak menurunkan semangat kami, terutama bagi saya Chelsea adalah sebuah passion. Berkat Chelsea saya bisa punya banyak teman, bergembira bersama, bersedih bersama, dan yang lebih penting menjadikan kehidupan saya lebih berwarna, tidak hanya kerja lalu pulang ke rumah, kerja pulang dan seterusnya."

18. Suporter memiliki banyak chants sebagai bentuk dukungan. Mana yang menjadi favorit anda dan kenapa?

"Untuk chant favorite saya adalah Zigger Zagger. Saat saya awal-awal bergabung dengan CISCJogja, saat itu ada peraturan tidak tertulis bahwa chant zigger zagger baru dikeluarkan jika Chelsea membuat gol yang memastikan kemenangan ada di pihak Chelsea, misalnya 2-0, 3-0 dst. Hal itu membuat chant zigger zagger selalu disuarakan dengan sangat lantang dan semangat, membuat suasana nonton bareng menjadi hidup."


19. Saya tahu anda dan rekan-rekan Jogjakarta sedang mempersiapkan kejutan khusus untuk skuad Chelsea di Jakarta nanti. Tolong ceritakan sedikit untuk membuat mereka semakin tertarik datang kemari!

"Ya itu jelas, karena ini kesempatan langka bisa melihat pemain Chelsea datang bertanding secara langsung. Sebisa mungkin kami ingin menunjukkan semangat dan "passion" kami kepada pemain dan manajemen sehingga tidak menyesal datang ke Indonesia dan akan kembali dalam waktu dekat."



Nah, CISC Jogkarta sudah melakukan sebuah persiapan yang besar dan begitu antusias untuk menyambut John Terry cs. Bagaimana dengan kalian, suporter Chelsea di luar sana?!


NB: Jogjakarta adalah ibukota Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta, yang terletak di Pulau Jawa, Indonesia


READ MORE - Semangat Biru Chelsea di Tanah Jogjakarta